Selasa, 17 Februari 2015

loakan rancacili


Sudah menginjak hari senin ayo semangat, i like Monday

Hari ini saya tampak bingung, maksudnya motor yang biasa saya pakai harus terparkir di rumah.karena saat hari sabtu kabel kopling motor putus jadi untuk sementara tidak bisa di pakai.plan b meminjam motor sang keponakan, ternyata motornya sama mogok. Aduh terpaksa saya harus menggunakan angkot, tak apa sih emang saya sudah terbisa dengan angkot juga. Hanya tempat yang satu tidak bisa di jangkau oleh angkot karena letaknya di daerah rancacili,mungkin untuk yang di ranca manyar bisa di jangkau oleh angkot.lagi lagi harus mengambil keputusan dengan cepat supaya tugas saya ini tidak terbengkalai, akhirnya saya memutuskan untuk membawa motor keponakan saya ke bengkel supaya bisa di pake, dan sekalian beli kabel kopling motor si merah.
Alhamdulillah motor selesai saatnya berangkat ke target pertama lapak milik bu juju yang seharusnya  saya datangi kembali setelah hari jumat gagal menemui sang empunya. Beliau sedang menikahkan anaknya,laju motor lumayann kenceng saat itu karena sudah terlalu siang. tampak dari jauh sedang ada operasi di kawasan jalan soekarno hatta arah gede bage. Kayaknya saya akan di berhentikan , nyali saya tidak akan menciut karena saya rasa tidak melanggar lalu lintas dan surat surat berkendaraan pun lengkap.Pak polisi memperbolehkan saya melanjutkan perjalanan dan tibalah di lapak milik bu juju. suasana masih tampak sepi hanya ada 2 orang ibu ibu sedang ngobrol di depan lapak.
Di dalam lapak pun sedang ada bapak bapak tampak berbincang santai sambil minum kopi,tak mau ambil lama saya sambangi keduanya dengan pertama berkenalan ,namun wajahnya yang tampak seperti kelelahan masih terpancar jelas sepertinya,saat bertanya kepada keduanya salah satu dari mereka hanya bisa menjawab bu jujunya belum datang karena masih lelah setelah menikahkan anaknya.saya coba untuk berbicara dengan salah satu keduanya untuk bisa memperoleh data tempat tersebut.keduanya menolak dengan alasan masih pusing dan nanti aja ke bu juju katanya kalau mau data jelas,saya di sarankan untuk datang hari selasa.
Blusukan untuk ke tempat selanjutnya
Titik yang harus di survey berikutnya lapak milik pa edi di jalan cipamokolan Rt01/Rw06 di wilayah Rw ini banyak lapak kecil yang berdiri saling berjauhan.satu satu mulai saya datangi untuk memastikan lapak milik pa edi, sudah beberapa kali putar putar tidak ada lapak milik pa edi.ada satu lapak yang memberikan informasi kalau lapak milik pa edi sudah beralih tangan ke pak aep dekat grand sharon sebelah bengkel sepeda. setelah di cek keberadaanya lapak tersebut memang bukan milik pa edi, lapaknya sudah tidak ada.menurut beberapa orang sekitar serta pekerja di lapak bapak aep,saya kembali lagi ke lapak milik seorang bapak yang memberitahu keberadaan lapak pak aep.lumayan muter muter sih tapi itulah cara saya untuk memperoleh data yang valid.
Saya putuskan lapak bapak sebagai gantinya lapak yang semestinya saya survey. Alhasil pak dadang setuju untuk saya minta datanya yang nantinya kan dimasukan ke dalam peta persampahan kota bandung. Sosok sederhana dan juga ramah terhadap saya itulah Pak dadang,saya menggunakan handphone untuk merekam data hasil wawancara.pa dadang sebagai  seorang pengelola  mempunyai anak buah yang keliling setiap harinya.tinggal di ruangan yang sederhana dengan keluarga kecilnya.saya tunjukan tampak depan lapak yang sedang di kelolanya


 alamat jalan rancacili RT01 RT 06 kelurahan cipamikolan kecamatan rancasari
  jam operasional jam 07.00- 16.00 wib buka setiap hari

Menurut pa dadang status kepemilikan lapak yang di pakainya bukan milik pribadi alias ngontrak.sekitar bulan juli tempat ini kabarnya akan di bangun oleh pengembang,barang di tempat ini di terima sudah dengan keadaan hasil pilahan yang nantinya akan di kirim ke bandar besar.mari lihat Ini beberapa barang yang di tampung di lapak yang di kelolanya
Besi perkilo Rp.2500
Kardus  perkilo Rp.1200
Koran perkilo Rp.1500
Plastik perkilo Rp. 2000 tanpa pisah alias satu harga
Kertas / arsip perkilo Rp.1500
Tembaga  perkilo Rp.40.000
Kuningan perkilo Rp.20.000
Almunium perkilo Rp.10.000
Barang yang di terima disini barang bagus dan rusak sebagian






Informasi dari beliau usahanya ini sedang lesu karena banyaknya barang bekas impor yang menjatuhkan harga pasaran. Harapan darinya semoga pemerintah berpihak kepada lapak lapak lokal dan mengambil kebijakan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar